PSBB-DKI-Polri-dan-TNI-lakukan-Patroli-Secara-Masif-dikarenakan-Pandemik-Covid-19-akan-memasuki-puncaknya-pada-bulan-April-dan-Mei-2020-ini
PSBB-DKI-Polri-dan-TNI-lakukan-Patroli-Secara-Masif-dikarenakan-Pandemik-Covid-19-akan-memasuki-puncaknya-pada-bulan-April-dan-Mei-2020-ini

PSBB DKI Polri dan TNI lakukan Patroli

Diposting pada

PSBB DKI Polri dan TNI lakukan Patroli Secara Masif dikarenakan Pandemik Covid-19 akan memasuki puncaknya pada bulan April dan Mei 2020 ini, Polda Metro Jaya akan melaksanakan patroli secara masif selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di DKI Jakarta.

Patroli dilakukan sampai dengan lingkup kelurahan dan RT/RW selain itu Patroli juga akan menyampaikan sosialisasi bahaya virus corona (Covid-19). Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (8/4).

“(Patroli) sampai ke dalam tingkat bawah, untuk polisi kita lakukan sampai dengan Babinkamtibmas, lalu untuk TNI (dari) Kodam dilakukan sampai dengan Babinsa, dan Pemprov sampai RT/RW, hal ini kami lakukan secara masif dan dalam sebuah bentuk imbauan terkait pencegahan covid-19,” tutur Nana.

Diketahui, Babinkamtibmas atau Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat adalah petugas polisi yang bekerja di level kelurahan atau desa.

Nana menyebut patroli dialogis itu akan fokus untuk mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun atau berkumpul. Selain itu, kepolisian juga akan memasang spanduk berisi imbauan tentang cara pencegahan penyebaran virus corona di sejumlah titik. “Polda Metro Jaya pasti memberikan jaminan  kepada masyarakat untuk keamanan wilayah Polda Metro Jaya. Kita berharap kepada masyarakat terkait kesadaran dan disiplin masyarakat,” ucap Nana.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kebijakan PSBB di Ibu Kota mulai berlaku pada Jumat, 10 April. Anies mengatakan baha warga Jakarta untuk mematuhi penerapan PSBB dalam menanggulangi penyebaran virus corona.

Status PSBB itu berlaku selama masa inkubasi terpanjang, yakni 14 hari. Nantinya, kebijakan tersebut bisa diperpanjang kembali jika masih ditemukan penyebaran virus corona.

Anies juga berencana menerapkan tindakan tegas bagi pelanggar PSBB. Dia ingin penularan virus corona benar-benar bisa ditekan di wilayah ibu kota.

sumber : http://cnnindonesia.com